PinnedPublished inKomunitas Blogger MTenang Saja, Karena Kita Semua Pasti MenyesalMengurai Ruminasi, Premeditatio Malorum, dan Amor Fati dalam Siklus KehidupanMar 221Mar 221
PinnedPublished inPenulis IndonesiaIyas UtomoMenavigasi hidup dan memaknainya dengan kata dan dialog diriFeb 283Feb 283
PinnedPublished inAyo WacaDum Spiro, Spero: Sebuah Surat untukmu yang Hampir MenyerahHai,Nov 19, 20241Nov 19, 20241
Published inKomunitas Blogger MMudik — Aku, Kamu, dan Perihal Pulang yang Tak Lagi SamaSaat pulang tak lagi sekadar kembali, tapi juga mengenang dan melepaskan5d ago35d ago3
Published inTeman MenulisSebuah Pertemuan dan Kefanaan yang MengiringinyaMenapaki kembali jejak perpisahan yang tak pernah kita rayakanMar 263Mar 263
Published inKomunitas Blogger MMengapa Setiap Penulis di Medium Perlu Ritual Membaca?Membaca itu seperti mengobrol dengan sesama penulis — bisa menjadi sumber inspirasi, wawasan, dan dukungan di perjalanan sunyi menulismuMar 245Mar 245
Published inResah RakyatSurat Terbuka dari Sengkuni untuk Pemimpin di Negeri yang “Katanya” DemokrasiDuryodana pun tak seambisius kalian, aku menyerahMar 201Mar 201
Published inKomunitas Blogger MOrang-Orang yang Menolak Tunduk pada Konsep Hidup PragmatisMengurai Anomali dalam Pergulatan Keterbatasan dan GagagsanMar 115Mar 115
Published inKomunitas Blogger MKita, Biduk Kecil dalam Pencarian Makna HidupSebuah Perjalanan Menyelami Logoterapi dan StoikismeMar 112Mar 112
Published inJournal KitaNot Lost, Just Exploring: A Generalist’s Path to MeaningWhy Not Having One True Calling Doesn’t Mean You’re LostMar 9Mar 9